Senin, 28 Mei 2012

Apa itu DBD ?


1. Definisi
            Demam berdarah dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue I, II, III, dan IV yang ditularkan oleh nyamuk aides aegypti dan aides albopictus. (Soegijanto, 2006: 61)
            Demam berdarah dengue adalah penyakit yang terutama terdapat pada anak remaja atau orang dewasa, dengan tanda-tanda klinis demam, nyeri otot atau nyeri sendi yang disertai leukopenia, nyeri pada penggerakan bola mata, trombositopenia ringan dan bintik-bintik pendarahan (petekie) spontan. (Hendrawanto, 2004: 417)

2. Etiologi
            Virus dengue tergolong dalam family / suku / grup flaviviridae dan dikenal ada empat serotipe.
            Dengue I dan H ditemukan di Irian ketika berlangsungnya perang dunia ke-II, sedangkan dengue III dan IV dimukan pada saat wabah di Filipina tahun 1953-1954. Virus dengue berbentuk batang, bersifat termolabil, sensitif terhadap inaktivasi oleh dietileter dan natrimdioksikolat, stabil pada suhu 70°C.
            Keempat serotipe telah ditemukan pada pasien-pasien di Indonesia. Dengue III merupakan serotipe yang banyak beredar. (Hendrawanto, 2004: 417)

3. Tanda dan Gejala
Gejala klinis utama pada DBD adalah demam dan manifestasi pendarahan baik yang timbul secara spontan maupun uji torniquet. Tanda dan gejala DBD berdasarkan pembagian derajat.
-          Derajat I
Demam dan uji torniquet
-          Derajat II
Demam pendarahan spontan, pada umumnya dikulit atau pendarahan lainnya.

-          Derajat III
Demam, pendarahan spontan, disertai atau tidak disertai hepatomegali dan ditemukan gejala-gejala kegagalan sirkulasi meliputi nadi yang cepat dan lemah, tekanan nadi menurun (< 20 mmhg) atau hipotensi disertai ekstremitas dingin dan anak gelisa.
-          Derajat IV
Demam, pendarahan spontan, disertai atau tidak disertai hepatomegali dan ditemukan gejala renjatan hebat (naditak teraba dan tekanan darah tak terukur). (Soegianto, 2006: 85-87)

4. Siklus Penularan
  1. Vektor: Aedes Aegypti, spesies aedes (stegomya) lain.
  2. Masa inkubasi ekstrinsik berlangsung selama 8-10 hari.
  3. Infeksi virus dengue pada manusia disebabkan oleh gigitan nyamuk.
  4. Masa inkubasi instrinsik sekitar 3-14 hari (rata-rata 4-7 hari).
  5. Viraemia tampak sebelum awitan gejala dan berlangsung selama rata-rata lima hari setelah awitan.
  6. Penularan vertikal dapat terjadi, yang mungkin penting bagi kelangsungan hidup virus, tetapi tidak dalam siklus epidemi. (Widyaastuti, 2004: 11)

5. Pencegahan
            Metode manajemen lingkungan terdiri dari:
  1. Modifikasi lingkungan
Adalah pengubahan fisik habitat larva yang tahan lama.
  1. Perbaikan persendian air
Jika persendian air berpipa tidak adekuat dan hanya keluar pada jam-jam tertentu atau tekanan airnya rendah, ada anjuran untuk menyimpan air dalam berbagai jenis wadah. Sebagian besar wadah yang digunakan memiliki ukuran yang besar dan berat (misalnya gentong air) dan tidak mudah untuk dibuang atau dibersihkan.

Tidak ada komentar: